Implikasi pendidikan agama terhadap
perilaku dan tindakan para siswa
A.
pendahuluan
Kahir-akhir ini banyak pendidikan yang menjadi pusat
perhatian yang sangat signifikan oleh masyarakat. Sekolah-sekolah muhamadiyah
menjadi sangat maju dan sangat diakui keberhasilannya dalam membangun
pendidikannya, muhammadiyah mampu membawa peserta didiknya tidak hanya pada
dataran intelektual semata tetapi juga mengankader manusia-manusia yang
bermoral beriman dan juga bertaqwa kepada allah swt.
Tidak diragukan lagi jika saja sekolah muhammyadiyah
mendapat sanjungan dari berbagai kalangan itu karena berkat pendidikan yang
menjadi khas kemajuan dari muhammadiyah
itu sendiri. Hetuingga saat ini
muhammadiyah masih eksis dan bahkan semangkin menunjukan keeksisannya terutama
karena ditopang oleh pendidikan yang
sangat maju sehingga muhammadiyah mampu menciptakan regenerasi yang sanggup menggantikan kader-kader yang
sudah tua.
Pendidikan merupakan proses yang mengantarkan manusia
pada hal yang sebelumnya tidak tahu
menjadi tahu, yang awalnya tidak mengerti menjadi mengerti sehingga untuk
memperoleh ilmu maupun pengetahuan tidak hanya
bisa diperoleh ditempat-tempat formal seperti sekolahan tetapi bisa
dimana saja kita bisa memperolehnya. Begitulah secara singkat pengertian
pendidikan. Tetapi dalam hal ini mengepa pendidikan muhammadiyah selalu menjadi
yang terbaik terutama sekolah-sekolah muhammadiyah yang berada di jogja seperti
sekolah dasar muhammadiyah (SDM) Demangan.
Dari itu Kami ingin meneniliti tentang pendidikan yang
sudah mendapatkan akriditasi A ini. sebagaimana kita ketahui bersama bahwa setiap
sekolah pasti ada yang maju atau unggul, biasa-biasa saja, dan ada pula sekolah
yang kualitasnya masih sangat rendah. SD
muhammadiyah demangan bisa kita golongkan dengan SD favorit dengan terakrediatasi A. Itu artinya
sekolah ini telah menghasilkan output yang tidak mengecewakan bagi masyarakat,
secara tidak langsung sekolah ini sudah menjadi sekolah favorit di kota jogjkakarta, hal ini bisa dibuktikan
dengan beberapa prestasi yang telah diraihnya. sekolah ini sering mengikuti
beberapa perlombaan baik di tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten bahkan
nasional. Setiap perlombaan yang mereka ikuti sering mendapat juara yang dan
memberikan keharuman terhadap citra sekolah.
beberapa lomba-lomba yang diikuti ada yang akademik dan ada pula yang non
akademik namun SD muhammadiyah tetap manjadi pemenang dan tidak sedikit piala yang telah didapatnya.
Hampir setiap tahun siswa-siswa mampu meraih prestasi yang sangat membanggakan
sekolah ini.
Penerapan pembelajaran yang diterapakan di sekolah ini
mungkin tidak jauh berbeda dengan metode pembelajaran di sekolah-sekolah yang
lain. Hubungan antara staf pengajar dengan para siswa terjalin dengan baik
dalam artian mereka mempunyai hubungan layaknya seorang ayah atau ibu dengan
anak-anaknya, sehingga dengan hubungan yang demikian,pelajaran yang disampaikan
oleh para guru pun lebih mudah untuk dicerna oleh siswa-siswanya. Begitu pula
dengan para wali murid, yang senantiasa saling
mendukung atau kerjasama mereka yang terjalin sangat baik dan erat
hubungannya. Hal inilah yang menjadikan sekolah ini semnagkin menunjukan
keunggulannya dan mendapat perhatian positif di mata masyarakat sebagai sekolah
yang bermutu.
Setiap sekolah pasti mempunyai metode-metode yang
berbeda dari sekolah yang lain begitu pula dengan sekolah sd muhammadiyah
demangan. Perbedaan itulah yang sering kali menjadi lebih unggul dan tidaknya
sebuah sekolah, karena sistem yang dipakai atau yang terapkan akan lebih mudah
diterima oleh setiap peserta didik jika
hal itu bisa menghibur dan tentunya tidak membosankan. Apabila hal itu bisa
berjalan dengan baik maka ilmu yang disampaikannya pun akan lebih mudah
diterima oleh para siswa.
Dalam penelitian yang telah kami lakukan akan mencoba
untuk mengkombinasikan dan mengkomparasikan serta mengujinya teori-teori yang
berkenaan dengan tindakan dimana para siswa sebagai pelakunya, apa implikasi
pendidikan agama terhadap perilaku dan tidakan individu sebagai peserta didik
sekolah SD muhammadiyah demangan? Dan apa pula implikasinya terhadupan
kehidupan dirinya dan juga terhadap realitas kehidupan dalam masyarakat?
B. Rumusan masalah
1.
Bagaimana
pengaruh pendidkan agama terhadap perilaku individu atau siswa?
2.
Bagaimana hubungan emosional antara wali murid dengan
para guru di pendidikan SDM Demangan?
B.
Pembahasan
Sekolah SD Muhammadiyah Demangan didirikan pada 1 juli
tahun 1994, sekolah ini terletak di jalan jatayu GK I 226 Kel Demangan
kecamatan Gondokusuman. Dalam perjalanannya sekolah ini telah mengalami
beberapa perubahan kepala sekolah, yang pertama yaitu Asma’ Suharto pada
tahun 1994-1996, kedua Jafarudi pada tahun 1996-2007, ketiga Sunarsih,S.Pd
pada tahun 2007 hingga sekarang. Seperti sekolah muhammadiyah yang lain,
sekolah ini juga tidak kalah majunya bahkan sekolah ini telah terakreditasi A.
Selama itu, telah banyak prestasi yang diraih oleh sekolah ini baik yang
akademik maupun yang non akademik dari tingkat kabupaten hingga nasional. Dari
sarana dan prasana sekolah ini telah terlengkapi misalnya dari segi bangunan,
komputer, dari perlengkapan yang terkecil hingga perlengkapan yang paling
besarpun tersedia di sekolah ini, jadi sarana-sarana inilah yang sangat
mendukung akan maju mundurnya SD muhammadiyah ini begitu dengan sekolah-sekolah
yang lain.
Keadaan guru dan tenaga teknis di SD muhammadiyah
demangan ada kurang lebih 25 orang di antara yaitu:
1.
Guru kelas 24
2.
Guru agama 4
3.
Guru penjaskes 2
4.
Guru bahasa inggris 1
5.
Guru bahasa arab 1
6.
Guru TIK 1
7.
Penjaga sekolah 2
Predikat pendidikan guru di SD
muhamadiyah demngan
1.
S1
2.
D3
C.
Analisis sosiologis
Dalam kehidupannya manusia pasti tidak akan bisa
terlepas dari tindakan yang mana dengan tindakan ini, manusia bisa memperankan dirinya dalam realitas
kehidupan di masyarakat. Tindakan yang dilakukan oleh setiap orang tidak akan
pernah lepas dari penialain orang lain, karena secara tidak langsung orang lain
akan senantiasa memberikan penilaian terhadap tingkah laku dan tindakan setiap
diri kita. Seorang guru akan senantiasa mendapatkan penilaian dari
murid-murudnya, begitu pula sebaliknya dengan seorang guru dia juga akan
memberikan penilaian terhadap murid-muridnya. Dalam hal ini guru menjadi figur
yang senantiasa diikuti oleh muridnya, maka tatkala seorang guru melakukan
perbuatan yang melenceng dia akan membawa siswa-siswa ke jalan yang yang
melenceng pula. Bahkan dalam sering kita dengan sebuah istilah “ guru kencing
berdiri murid kencing berlari” jika sudah demikian maka dalam bertindak
hendaknya seorang guru harus ekstra hati-hati sampai dia yang tokohkan oleh
murid-muridnya malah membawa kejalan yang sesat.
Sebagai mana tertulis di atas betapa
berpengaruhnya sebuah tindakan seseorang baik bagi dirinya sendiri maupun
terhadap orang lain yang merupakan pemberi impilikasi terhadapnya. Implikasi
yang akan ditimbulkan oleh seorang individu terhadap orang lain dan sebaliknya.
Dalam teorinya parson, tindakan adalah perilaku yang disertasi aspek “upaya”
subjektif dengan tujuan membawa kondisi-kondisi situasional, atau isi
kenyataan”, lebih dekat pada kenyataan yang “ideal” atau di tetapkan secara
normatif. Kemudian parson melanjutkan
bahwa dalam sistem tindakan umum terdiri dari sistem yang berdiri sendiri namun
tetap berkaitan, yakni sistem-sistem
sosial, personalitas, dan kultural. Sistem sosial ini seharusnya sering kali
kita perhatikan karena ini akan memberikan pengaruh besar peda perilaku dan
tindakan seseorang. Seorang siswa akan dipengaruhi oleh sistem yang diterapkan
oleh lembaga dimana dia menuntut ilmu. Karena lembaga sekolah ini akan memberi
kontribusi bersar terhadap tindakan dan perilaku siswanya maka hendaknya sistem
yang diterapkan senantiasa diperhatikan oleh lembaga tersebut. Oleh karena itu
menurut parson menyatakan bahwa “ menyatunya pola-pola nilai umum dengan
struktur disposisi-kebutuhan yang telah diinternalisasikan dalam keperibadian
pelaku merupakan inti dalam dinamika sistem sosial.
Sistem
sosial yang diterapakan oleh sekolah SD muhamadiyah akan mengkonstruksikan pola
prilaku dan tindakan para siswanya. Mereka akan senantiasa mengikuti sistem
yang ada tidak peduli sistem saat ini yang mereka ikuti akan memberikan
kemaslahatan pada dirinya atau tidak yang peting bagi mereka patuh dan tidak
melanggar aturan yang telah ditetapkan. Sistem sosial ini tentunya bukan ada
dengan diri sendiri namun dibentuk oleh
mereka sendiri lainya. Lembaga hanya memberikan batasan fasilitas sarana
dan prasana kemudian yang menjalankan manusia itu sendiri. Mereka akan bergerak dan bertindak di
dalamnya seiring dengan realitas kehidupannya.
Muhammadiyah
merupakan organisasi yang yang dibentuk oleh kiai A. Dahlan yang mana
orientasinya dan semangatnya yaitu untuk mengefesienkan proses pembaharuan
terhadap islam. Tentunya setiap sekolah muhammadiyah seharusnya menanamkan
semangat itu tersebut di lembaga sekolahnya yang berlebelkan muhammadiyah tidak
terkecuali SD muhammadiyah demangan ini sebagai sekolah unggulan. Sunarih, s.Pd yang merupakan kepala sekolah
sd muhammadiyah saat ini ketika di tanya tentang hal-hal yang membedakan antara sekolah
muhamadiyah dengan sekolah yang lain hanya terletak dari semangatnya yang
tentunya semangat pengajaran ilmu keislaman dan di sekolah sd muhamadiyah ini
pendidikan agama atau keislaman lebih di proritaskan menjadi enam jam. Ketika
kami mencoba untuk menganalisis setiap kata yang terucap olehnya memang
semangat kemuhammadiyahannya sangat kuat, apalagi ketika dia mengaitkannya dengan
NU, di dalam muhamadiyah tidak aka
diajarkan tentang khurafat, syirik, dan bid’ah seperti tahlialan, selamatan dan
segainya. karena baginya kalau sudah meninggal ya sudah sampai disitu aja
amalnya[1]. Lebih jauh lagi kemudia
dia menegaskan sekali lagi bahwa fasilitas sangat mempengaruhi kualitas sebuah
lembaga dan bisa menentukan maju dan tidaknya lembaga tersebut. Baginya
perbedaan yang sangat mendasar antara sekolahnya dengan sekolah yang lain tiak
terlalu jauh, namun karena sekolah ini adalah sekolah swasta maka ada
kemungkinan setiap guru yang mengajar akan penuh dengan ke ikhlasan karena
mereka berlomba-lomba untuk berprestasi di dalamnya, jadi yang tertanam kepada
mereka bukan hanya sekedar mengejar gaji tapi lebih dari itu mereka berusaha
agar anak-anak asuhnya bisa menyirap ilmu yang mereka ajarkan sehingga berbagai
metodepun di lakukan oleh mereka dengan harapan pelajaran yang diajarkan bisa
dengan mudah diserap dan pembelajaran yang menyenangkan. Sistem
pembelajaran yang demikian tentunya
tentunya akan mempengaruhi tindakan setiap individu baik dari guru itu sendiri
maupun dari peserta didiknya. Begitu pula dalam belajar pendidikan ke agamaan
yang merupakan pendidikan yang diproritaskan dengan waktu tambahan menjadi enam
jam, itu artinya mereka sangat serius untuk
menghidupkan pendidikan islam. Tidak sampai disitu dalam pengaplikasian
pendidikan yang telah di sampaikan oleh para gurunya mereka langsung dipraktekan
dalam tindakan nyata misalnya shalat duha bersama, berjamaah shalat duhur, dan
dalam aktifitas keseharian mereka juga diberikan kartu yang berfungsu untuk
mengawasi aktivitas mereka, sehingga kata seorang wali tidak lagi repot-repot
menyuruh anaknya untuk shalat maupun belajar, karena tidak sadar mereka
tindakan mereka telah diawasi oleh kartu yang mereka miliki. Kalau demikian
adanya yang lebih banyak memberikan pengaruh terhadap tindakan seseorang adalah
sistem. Di mana sistem sangat benyak memberikan memberikan kontribsi terhadap
pembiasaan terhadap aktivitas dan tindakan seseorang. Jika pembiasaan ini terus
berlangsung beberapa tahun lamanya tentunya tanpa kartupun mereka akan akan
melaksanakna shalat, belajarnya dan sebagainya karena hal itu sudah menjadi
kewajiban mereka sebagai hamba allah jika sudah demikian berarti kesadaran
agama yang tanamkan oleh para gurunya telah membekas dalam dada mereka.
jika
di perhatikan bagaimana tindakan atau prilaku para siswa maupun para guru mengindikasikan bahwa ada kesinergisan
antara staf pengajar, siswa, maupun para
wali muridnya.. Hal ini akan sangat menunjang kepada seluruh aspek yang telah
diterapakan di sd muhamadiyah demangan.
D. Kesimpulan
1. Dengan memperhatiakan uraian di atas ternyata suatu tindakan
sosial juga sangat berperan penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam
pendidikan ketika seorang guru akan
melakukan tindakan dengan seorang murid maka tindakan guru harus sebaik mungkin
karena tindakannnya akan dinilai oleh murid-muridnya.Hal itu dikarenakan
tindakan sosial itu sendiri tidak terlepas dari penilaian orang lain.Dalam
teori person dikatakan bahwa tindakan adalah perilaku yang disertai
aspek”upaya” subjektif dan lebih dekat pada kenyataan yang ideal dalam artian
membawa kondisi-kondisi yang situasional.
2. Dalam suatu pendidikan masing-masing lembaga mempunyai sistem
yang berbeda-beda namun pada intinya
adalah untuk mencapai tujuan yang diharapkan.Akan tetapi tetap mengacu pada
peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.Begitu pula dengan SD
Muhammadiyah Demangan yang mana pendidikan yang diterapkan disana memberikan
pengaruh terhadap suatu tindakan para siswa terhadap realitas kehidupan
masyarakat.Sehingga membentuk suatu hubungan yang harmonis antara SD
Muhammadiyah Demangan dengan masyarakat disekitarnya.